Andar : Pak Kapolri,Kapolda Jateng,Satgas Mafia Tanah.kapan Aciok Mafia Tanah Di Sidangkan

Sotarduganews.com || Jakarta-

Andar situmorang pekerjaan advokat juga warga Indonesia Yang baik Sebagai korban mafia tanah Oleh Tersangka Aciok di semarang Propinsi Jawa tengah,Jumat (14/05/21).

Menagih bukti 100 hari kerja Kapolri belum Mampu memberantas mafia tanah di semarang Kepada Tersangka Soedibejo alias Achiok Dirut PT Industri Permata Usahatama (IPU).Telah memalsukan surat Dan tanda tangan saya Andar Situmorang pemilik sertipikat HM Tanah luas 5390 m2 Dimanipulasi Menjadi sertipikat HGB No.1731/ Ngalian Milik Aciok Dirut PT.Indo Perkasa Usahatama,induk gabungan tanah hasil rampokan seluas 100 hektar.

Satgas mafis tanah polda jateng belum berhasil bongkar Dan menahan otak mafia tanah di Semarang an Aciok.Andar Menerangkan Kepada Awak media Saat Di Hubungi “di polda jateng Hukum ya masih tumpul keatas tajam ke bawah Hal ini saya Utarakan Karena Hingga Progam 100 Hari kinerja kapolri Berlalu Belum Juga Mampu Menyelesaikan Kasus Mafia tanah Ini”, Tandas ya Dengan Nada kencang.

Lanjut Andar Kasus ini sudah saya laporkan ke Polrestabes Semarang,terlapor tersangka Kepala BPN setempat, berikut LP nya terang Andar Situmorang SH.

"Selain melaporkan ke Polisi, saya pun melaporkan kapolrestabes Semarang yang kini sudah jadi wakapolda Jateng, dulu beliau kapolrestabes sudah saya laporkan ke Propam Mabes Polri akibat ketidakprofesionalan nya menangani perkara ini,

Kejahatan tak berhenti disana,Selain merampas dan menguasai lahan saya (Andar),Soedibejo alias Achiok Dirut PT Industri Permata Usahatama (IPU) juga berani dan nekad mengangkangi Kebijakan hukum tetap yaitu berdasarkan SK Wali Kota Semarang no 593.8/1285 tanggal 31 Maret 1995 hanya seluas 300 hektar, namun Aciok merambah memperluas alias ekspansi menajdi 600 hektar,luar biasa Sekali  kejahatannya.


(Tim)

Tags :

bm
Created by: Sotarduga

Sotarduganews adalah media Independen, dan selalu menyajikan berita dengan fakta yang Akurat Tajam dan Terpercaya, Sotarduganews tidak beraviliasi kemanapun.

Posting Komentar