Polres Tanjung Balai berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Dan Penganiayaan Berat

Sotarduganews.com || Tanjungbalai-

Polres Tanjungbalai berhasil mengungkap kasus Pembunuhan dan Penganiayaan Berat dalam Tempo 9 Jam bertempat di depan lobi utama polres Tanjungbalai Selasa(18/5/21) sekira pukul 11.15 wib.

 Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha prawira mepimpin konferensi pers kasus Pembunuhan dan Penganiayaan Berat 

didampingi Kepala Kejaksaan negeri Tanjungbalai Asahan Muhammad Amin bersama Wakapolres Kompol Jumanto, Kasatreskrim AKP Rapi Pinakri Kapolsek Tanjung Balai Selatan Kompol Syahrul, S.H., M.H,Kasat Sabhara AKP N. Manurung, S.H, Kasi Pidum R. Simanjuntak, KBO Reskrim Iptu S. Sitepu, Kanit Lidik 1 Sat Reskrim Polres Tanjungbalai Iptu Demonstar, Jaksa Fungsional Kasubsi E.E Bram Manalu dan Jaksa Fungsional Fahrul mengatakan Pengungkapan kasus Tindak Pidana Pembunuhan dan Penganiayaan Berat berdasarkan1. LP / B / 147 / V / 2021 / SPKT / RES. T. BALAI / POLDASU, tanggal 13 Mei 2021, 2.LP / B / 149 / V / 2021  / SPKT / RES T. BALAI / POLDASU, tanggal 13 Mei 2021

 Waktu Kejadian 1. Kamis tanggal 13 Mei 2021 sekira pukul 00.45 wib.

2. Kamis Tanggal 13 Mei 2021 sekira pukul 01.00 wib.

 Tersangka, 1. AS (31) tahun warga Jalan DTM Abdullah LK V Kelurahan TB Kota III Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai, 2. AF (33) warga Jalan Ongah Rait Lingkungan II Kelurahan Sejahtera Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai, 3. ND (DPO), (20) Jalan DTM Abdullah Lingkungan V Kelurahan TB Kota III Kecamatan  Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai, 4. APL (DPO) (19) warga jalan . DTM Abdullah LK V Kel. TB Kota III Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai

 TKP jalan Asahan Ujung Lingkungan I Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai tepatnya didepan Kantor Ormas PP.

 Barang bukti 1. 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau sangkur dengan panjang besi 19 cm, lebar beso 3 cm, dan panjang keseluruhan 30 cm dengan gagang teebuat dari viber warna cokelat.

2. Sepeda Motor Roda 2 dengan merk Kawasaki KLX

 Pasal yang Dipersangkakan:

1. Pasal 338 Subs 354 ayat (1) Subs 351 ayat (3) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun, 2. Pasal 170 ayat (2) ke 3 Subs 351 ayat (2) Jo 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Dikatakannya Uraian Singkat Pada hari Kamis tgl 13 Mei 2021 Pkl 15.30 Wib

Telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku PEMBUNUHAN dan TINDAK PIDANA  PENGANIAYAAN BERAT Kejadian KE 1:Laporan Polisi LP / 149 / V / 2021 / SPKT.SATRESKRIM / RES T.BALAI / POLDASU tanggal 13 Mei 2021.

 WAKTU dan TKP Pada hari kamis tanggal 13 mei 2021 sekira pkl.00.45 Wib di Jln Asahan Lk.I Kel.Perwira Kec. Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai tepatnya di depan VIHARA TIO HAI BIO.

 Korban Hendra limansyah alias Enda

(26) warga Gang.Gambir Lk.V Kelurahan Semula Jadi Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung balai (LB) Tersangka: AHP (32) warga jalan Ongah Rait Lk.II Kel.Sejahtera Kec.Tanjung Balai Utara Kota tanjung Balai ( Pelaku menusuk korban menggunakan pisau ) 2. NH (20) warga jalan DTM Abdullah Kelurahan Sejahtera Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung balai.

( Pelaku memukul badan korban dengan menggunakan tangan dan menendang bagian pinggang korban dengan menggunakan kaki) 3 SL (20) warga jalan DTM Abdullah Kelurahan Sejahtera Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung balai.

( Pelaku memukul badan korban dengan menggunakan tangan ) Pelaku melanggar pasal 170 ayat (2) ke 2 subs 351 ayat (2) Jo 55 ayat (1) ke 1 dari KUHPidana.

Kronologi kejadian pada hari kamis tanggal 13 Mei 2021 sekira pkl.00.45 Wib di jalan Asahan Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung balai telah terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap korban Hendra limansyah alias Enda (26) yang dilakukan pelaku yang belum diketahui identitasnya (LIDIK)  dengan cara pelaku menusukkan pisau ke arah badan korban sehingga korban mengalami luka tusuk pada pantat, luka tusuk pada pinggang, luka sayat pada tangan.

Adapun kejadian tersebut berawal dari Rahmad hidayat alias dayat bersama teman-temannya mengendarai becak dari rumah ingin melaksanakan takbiran, lalu Rahmad hidayat alias dayat bersama teman-temannya pergi ke VIHARA TIO HAI BIO Setelah sampai di depan Vihara tsb Rahmad hidayat alias dayat menghidupkan musik di becak yang dibawa dengan volume lumayan keras dan pada saat itu banyak orang yang sedang nongkrong di depan Vihara tsb. 

Tidak lama kemudian datang 2 ( dua ) orang laki-laki yang tidak di kenal dan terjadi cekcok mulut. lalu kedua orang tsb memanggil teman-temannya dan melakukan penganiayaan kepada Rahmad hidayat alias Dayat Kemudian Rahmad hidayat alias dayat tidak terima akan kejadian tsb dan pergi memanggil abangnya yaitu AR  (TSK) ke rumahnya dan menceritakan bahwa dirinya di keroyok oleh sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di dpn Vihara Tio Hai Bio. 

Dalam perjalanan, Rahmat hidayat sempat menghubungi salah satu keluarga yaitu an. Muhammad Yusuf alias Ulong (abang Rahmat hidayat) bahwa dirinya dikeroyok di depan vihara Tio Hai Bio.

Kemudian Ulong menghubungi Tsk AHP dan mengabarkan bahwa Rahmad Hidayat dikeroyok di depan Vihara Tio Hai Bio. 

Setelah itu Tsk ArHP bersama dengan NH (DPO) dan SL (DPO) pergi ke lokasi Vihara tersebut. setelah tiba di lokasi para Pelaku diberi tahu oleh teman2 Rahmat Hidayat bahwa pelaku pengeroyok Rahmat Hidayat adalah Hendra limansyah alias Enda Setelah mengetahaui pelakunya adalah Hendra, kemudian AHP, NH dan SPL menjumpai HENDRA LIMANSYAH alias ENDA dan terjadilah cekcok mulut dan perkelahian.  

Lalu AHP bersama NH dan SL langsung memukul korban Hendra limansyah

alias Enda dengan menggunakan tangan. selanjutnya AHP mengeluarkan pisau dari dalam kantong dan menusukkan pisau tsb ke arah pinggang korban Hendra limansyah  di saat itu juga NH tetap memukuli korban menggunakan tangan kosong dan menendang bagian belakang tubuh korban, lalu AHP kembali menusukkan pisau tsb ke pinggang korban dan pantat korban.

 Setelah itu AHP, NH, dan SL pergi meninggalkan lokasi tersebut, Kejadian 2. LP/ 147 / V / 2021 / Spkt. Sat Reskrim / Res T. Balai / Poldasu tgl 13 Mei 2021, korban Dandi Irwanda (MD) dan Hendri (Luka Berat)

 Tersangka AR Melanggar pasal:

Psl 338 Subs 354 ayat (1) subs 351 ayat (3) KUHPidana Kronologis 15 menit kemudian (Pkl 01.00 Wib tibalah Rahmat Hidayat bersama dengan Abdul Rais di depan Vihara. sesampai di depan Vihara, Rahmat Hidayat ditarik dr atas motor oleh beberapa pemuda yg sebelumnnya mengeroyok dirinya.

 Melihat hal tsbt, Tsk AR merasa tdk terima adiknya dikeroyok. kemudian Tsk Abdul Rais mengambil sebilah pisau sangkur yg di dapatnya di jalan, lalu menusuk pisau tersebut ke arah Korban Dandi Irwandi (MD), kemudian menusukkan kembali pisau tersebut kearah perut korban Hendri (Luka Berat). 

 kemudian kedua korban melarikan diri meninggalkan TKP dan di bawa ke RSUD kota Tanjungbalai utk mendapatkan perawatan.

 Sesampainya di RSUD Tj  Balai, Korban Dandi Irawan Meninggal dan Hendri di rujuk ke RS Bina Kasih Medan.

Kronologinya berdasarkan Laporan Polisi tsb TEAM TEKAB Sat Reskrim Polres Tanjung Balai di pimpin PENJAB TEKAB AKP Rafi pinakri, S.H,S.I.K melakukan cek tkp dan penyelidikan terkait kasus tsb.

Kemudian diketahui bahwa pelaku yang melakukan penganiayaan tsb adalah AHap (32) , NH (20) , SL (20) dan AR Selanjutnya pada Hari Kamis tanggal 13 Mei 2021 sekira pkl 15.00 Wib TEAM TEKAB berhasil menangkap Tsk AHP(32) berada di jalan Sei buluh Lingkungan 6 Kelurahan Sei raja Kecamatan Sei Tualang raso kota Tanjungbalai, lalu di lakukan introgasi dan AHP (32) mengatakan bahwa benar dirinya melakukan penusukan kepada korban dengan menggunakan pisau ( pisaunya telah dibuang ke sungai ) dan 2 ( dua ) orang temannya bernama NH (20) (DPO) dan SL (20) (DPO) melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong dan menendang dengan kaki. 

Kemudian Pkl 16.00 Wib Tim Tekab berhasil menangkap AS di Jalan Jendral Sudirman dan menyita 1 buah pisau sangkur dengan gagang warna hitam.

Selanjutnya semua Tersangka dan barangbukti di bawa ke Polres Tanjungbalai guna dilakukan penyidikan.

Adapun pemicu terjadinya Penganiayaan berat adalah karena Ketersinggungan akibat suara musik yang terlalu keras,"Pungkasnya.

(Red)

Tags :

bm
Created by: Sotarduga

Sotarduganews adalah media Independen, dan selalu menyajikan berita dengan fakta yang Akurat Tajam dan Terpercaya, Sotarduganews tidak beraviliasi kemanapun.

Posting Komentar